Walikota Bandung, Ridwan Kamil, bernafas lega lantaran proyek pembangunan angkutan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya dibiayai penuh oleh negara. Emil, sapaan Ridwan Kamil, nampak sumringah berkaitan kabar positif tersebut.
"Dengar semua dibiaya APBN, ya alhamdullilah. Kudunya (seharusnya) memang begitu ucap Emil, usai mengelar sosialisasi LRT di balaikota Bandung, jalan Wastukencana.
Emil menyapaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, yang turut andil mendorong pelaksanaan proyek LRT di area Bandung Raya. Langkah tersebut selaras dengan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam percepatan pembangunan infrastruktur untuk moda transportasi massal di Indonesia.
Tadinya kan Perpres-nya kita harapkan konsorsium kereta api cepat akan mengerjakan LRT, ternyata oleh Pak Jokowi diberi bonus. jadi semua LRT di Bandung Raya pakai APBN, tidak oleh swasta . ya dananya (pembanguna LRT) bukan dari Pemkot Bandung dan Pemrov Jabar, tetapi dari negara " tutur Emil, sembari tersenyum.
LRT dirancang saling interkoneksi dengan kereta cepat Bandung-Jakarta yang dibangun oleh konsorsium BUMN Indonesia dan China. Area pengembangan LRT Bandung Raya meliputi lima daerah yaitu: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
Saat ini pemerintah pusat sedang membahas penyesuaian peraturan terkait pembangunan LRT Bandung Raya . "Perpres lagi siapkan, dalam waktu dekat . Jadi Pepres itu nanti menunjuk satu BUMN yang akan mengerjakan DED (Detail Engineering Design) dan pengerjaanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar